Konsep Dasar Sistem Informasi

Saturday, February 20, 2021
Posted by Fahrul

Konsep Dasar Sistem Informasi

Haloo guyss.. nah pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk meringkas materi Konsep Dasar Sistem pada mata kuliah analisis dan perancangan sistem.

 

Definisi Sistem

Pertama definisi dari sistem adalah himpunan komponen yang saling berpengaruh. Contoh sistem pernafasan, nah sistem pernafasan ini terbentuk dari beberapa komponen mulai dari hidung, mulut, faring, laring dan seterusnya. Dari setiap komponen tersebut mereka memiliki satu tujuan yang jelas yaitu untuk bernafas atau pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida.


Definisi Informasi

Informasi adalah kumpulan data yang diolah sehingga memiliki manfaat bagi si pendengar. Data yang diolah tadi memiliki tujuan yang biasanya menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Dalam arti lain berisi fakta. Informasi itu harus berisi data-data yang terbaru (Up to date). 

Sistem informasi adalah sistem yang mengolah data agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi suatu organisasi atau perusahaan.

 

Sumber Daya/Komponen Sistem Informasi

Komponen Sistem Informasi Terbagi menjadi 5 :

1. Sumber daya manusia, sebagai orang yang membutuhkan informasi dari sistem (pemakai akhir) dan pakar dari SI yaitu orang yang mengembangkan sistem informasi.

2. Sumber daya hardware, alat fisik yang diperlukan sistem untuk berproses untuk mendapatkan informasi.

3. Sumber daya software, bisa berupa SO, Aplication, Prosedure yang membantu rangkaian pemrosesan informasi.

4. Sumber daya data, biasa yang berupa angka atau huruf. Bisa juga berupa vidio atau audio.

5. Sumber daya jaringan, Teknologi sekarang membutuhkan jaringan agar informasi dapat sampai dengan cepat bagi si pengguna.

 

Aktivitas Sistem

1. Tujuan. Sistem harus memiliki tujuan untuk memotivasi sistem agar sistem dapat terkendali.

2. Masukkan. Agar sistem dapat berproses, ia harus memiliki masukkan.

3. Proses. Setelah memiliki masukkan maka sistem akan berproses untuk mendapatkan hasil atau keluaran (output).

4. Keluaran. Hasil dari proses.

5. Batas. Batas adalah pemisah antara daerah luar sistem dan sistem.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik. Bagian ini mencuplik keluaran. Guna untuk mengontrol masukkan maupun proses.

7. Lingkungan. Hal ini mempengaruhi operasi sistem. Jadi jika lingkungan tidak mendukung maka dapat merugikan sistem itu sendiri.

 

Syarat Sistem

1. Sistem dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.

2. Elemen dari sistem harus memiliki fungsi.

3. Adanya relasi antara setiap elemen.

4. Unsur dasar dari proses lebih penting dari elemen lain.

5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada setiap elemen.

 

Karakteristik Dari Sistem

1. Batasan (boundary) : unsur mana yang masuk ke dalam sistem dan yang di luar sistem.

2. Lingkungan (environment) : segala yang berada di luar sistem yang menyediakan asumsi, kendala dan input terhadap sistem.

3. Masukan (input) : Sumber daya yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh sistem

4. Keluaran (output) : Produk atau tampilan layer komputer yang disediakan untuk lingkungan oleh kegiatan sistem

5. Komponen (component) : proses dalam suatu sistem yang melakukan perubahan input menjadi bentuk setengah jadi.

6. Penghubung (interface) : tempat interaksi antara komponen dan lingkungannya.

7. Penyimpangan (storage) : tempat penyimpanan sementara.

 

Pembagian Sistem

1. Sistem Fisik adalah elemen- elemen yang bertemu satu sama lain secara fisik dan dapat diidentifikasi secara nyata tujuannya.

2. Sistem Abstrak adalah sistem yang terbentuk karena ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tapi dapat diuraikan elemennya.

 

Nah setelah penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari berbagai macam komponen yang memiliki satu tujuan utama. Dan tujuan utama tersebut tentulah berguna bagi organisasi/perusahaan yang menggunakannya. Pada zaman sekarang sangat mudah untuk mengakses segala informasi dari belahan dunia. Karena kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan mereka. Tapi hal ini juga bisa jadi pedang bermata dua jika kita hanya mengandalkan teknologi maka akan timbul rasa ketergantungan pada dunia maya.

 

Dasar dari sistem informasi ada 3 yaitu input, proses dan output. Ketiga hal tersebut berperan penting dalam membantu sistem informasi untuk berproses agar hasil yang dikeluarkan memuaskan.

 

Referensi :

Musiliduhin, Muhamad dan Oktafianto. 2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta:                                CV Andi.

Sutabri, Tata. 2012.Analisis Sistem informasi.Yogyakarta : CV ANDI.

Mulyani, Sri. 2016. Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung : Abdi Sistematika.

 

Motivasi Mengikuti Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Semester 4

oke watsap gays..

Jadi pada kesempatan saya akan memaparkan beberapa motivasi saya untuk mengikuti mata kuliah Analisis dan Perancangan Sistem. 

Karena ketidaktahuan saya tentang mata kuliah ini membuat saya ingin belajar agar mengerti. Juga untuk memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa. Selain itu, saya juga termotivasi untuk menyelesaikan perkuliahan secara singkat dan cepat, sehingga saya harus menggambil mata kuliah ini untuk menunjang dalam proses belajar saya menyelesaikan perkuliahan. 

Harapan saya adalah agar dapat maksimal dalam mengikuti mata kuliah ini.

terimakasih thank you sankyuuu xièxiè grazie gracias....

Normalisasi

Sunday, November 22, 2020
Posted by Fahrul

 Normalisasi

  • Normalisasi
Normalisasi merupakan teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokan atribut dari suatu relasi sehingga memebentuk struktur relasi yang baik. Tujuannya untuk menghilangkan kerangkapan data, mengurangi kompleksitas dan mempermudah pemodifikasian data.

  • Proses
data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal. 

  • Tahapan Normalisai 
dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF). biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.


Sebuah tabel dikatakan baik(efesien)/normal jika memenuhi kriteria berikut:

  1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tebel, maka dekomposisinya harus dijamin aman. Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  2. Terpelihara ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Depedency Preservation).Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF).
  3. Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
  • Functional Dependency
Notasi: AÞB

Notasi: A [] B

A dan B adalah atribut dari sebuah tabel.  Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama.

  • Bentuk - bentuk Normal
1. Normal Pertama  (1st Normal Form)
Aturannya Tidak adanya artibut multi-value, atribut komposit atau kombinasinya, mendefinisikan atribut kunci, setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).

2. Normalisasi Kedua ( 2nd Normal Form )
Aturannya sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu ( 1NF ), semua atribut bukan kunci hanya boleh tergantung (Functional dependency) pada atribut kunci, jika ada Ketergantungan parsial maka atribut tersebut harus dipisah pada tabel yang lain, perlu ada tabel penghubung ataupun kehadiran foreign key bagi atribut-atribut yang telah dipisah tadi.

3. Normalisasi Ketiga ( 3rd Normal Form )
Aturannya sudah berada dalam bentuknormal kedua (2NF), tidak ada ketergantungan transitif ( dimana atribut ukan kunci tergantung pada atribut bukan kunci lainnya). Tabel-tabel yang memenuhi kriteria normalisasi ketiga, sudah siap diimplementasikan. Sebenarnya masih ada lagi bentuk normalisasi yang lain; Normalisasi Boyce-Codd, 4NF, 5NF, hanya saja jarang dipakai. pada kebanyakan kasus, normalisasi hanya samapi ketiga.

4. Boyce-Codd Normal Form ( BCNF)
Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dala bentuk : Y maka X adalah super key. Tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi. Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya, untuk functional dependency X = A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key. 

5. Bentuk Normal Tahap Keempat ( 4th Normal Form / 4NF )
Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tesebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute. Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies.

6. Bentuk Normal Tahap Kelima ( 5th Normal Form / 5NF )
Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yang lebih kecil. Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk bersadarkan functional dependency, 5NF dibentuk bersadarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil,harus bisa digabungkan lagi untuk membentuk tabel semula.

 Anomali dan Redudansi


  • Anomali
Anomali adalah suatu masalah yang timbul pada suatu tabel, dimana masalah itu akan terjadi pada saat tebel akan dimanipulasi. Hal yang dapat terjadi adalah ketidak konsistenan data  dan data menjadi hilang ketika data lain dihapus. Bentuk Anomali ada 3 yaitu : 
  1. Anomali Penambahan terjadi pada saat penambahan data dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen tersebut diperlukan proses penambahan.
  2. Anomali Pengubahan terjadi apabila pengubahan daata yang duplikasi tetapi tidak seluruhnya diubah.
  3. Anomali Penghapusan terjadi jika ada suatu tupel yang tidak terpakai dihapus mengakibatkan adanya data lain yang hilang.
  • Redudansi
Redudansi adalah munculnya data yang berulang kali pada tabel/relasi yang semestinya tidak diperlukan.
Redudansi dapat terjadi jika :
  1. Kerangakapan data dalam suatu file.
  2. Kerangkapan data dalam beberapa file.



TRANSFORMASI

Sunday, November 8, 2020
Posted by Fahrul

 TRANSFORMASI

Transformasi merupakan perubahan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Berubah bentuk menjadi basis data fisik yang kita gunakan untuk membangun suatu sistem basis data, yakni ERD (Entity Relationship Diagram) ditransformasikan dalam bentuk tabel yang merupakan komponen utama pembentukan basis data. Atribut yang terdapat pada masing-masing entitas akan dinyatakan sebagai field atau kolom dari tabel yang sesuai.

  • TRANSFORMASI UMUM

1. Setiap entitas akan diimplementasikan dalam bentuk sebagai sebuah tabel.

2. Relasi dengan derajat 1:1 yang menghubungkan dua buah entitas dan direpresentasikan dalam bentuk penambahan/penyetaraan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.

3. Relasi dengan derajat relasi 1:N yang menghubungkan  dua buah himpunan entitas akan direperentasisikan dalam bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari himpunan entitas pertama(yang berderajat 1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas kedua(yang berderajat N). atribut ker dari himpunan entitas pertama ini menjadi atribut tambahan bagi entitas kedua.

4. Relasi dengan derajat relasi  N:M yang menghubungkan dua buah himpunan entitas akan direpresentasikan dalam bentuk tabel khusus yang memiliki filed yaitu forigen key yang berasal dari primary key dari entitas-entitas yang dihubungkan.

  • TRANSFORMASI ENTITAS LEMAH
Himpunan entitas lemah tidak dapat berdiri sendiri tanpa entitas kuat. Dalam mentransformasikan dari ERD ke dalam bentuk basis data fisik keduanya sama akan terbentuk sebuah tabel. Namun yang membedakan adalah jika entitas kuat jika ditransformasikan ke dalam basis data fisik langsung menjadi tabel memiliki atribut key yang bertindak sebgaia primary key dan atribut yang lain secara utuh, maka entitas lemah hanya dapat di transformasikan dalam bentuk tabel dengan menyertakan primary key dari entitas kuat dan atribut yang dimiliki oleh entitas lemah itu sendiri.




  • TRANSFORMASI RELASI TUNGGAL
Relasi tunggal. Transformasi dilakukan dari/ke entitas yang sama tergantung dari derajat relasinya.
Relasi 1:N digunakan field key sebanyak dua dengan fungsi yang berbeda dan penamaan yang berdeda pula.
Relasi M:N dibentuk tabel baru yang merepresentasikan relasi tersebut. Tabel baru mendapatkan field dari semua atribut relasi(jika ada) yang ditambah dengan atribut key dari himpunan entitasnya.

  • TRANSFORMASI RELASI MULTI ENTITAS (N-ARY RELATION)
Secara umum,relasi multientitas yang menghubungkan lebih dari dua himpunan entitas (N himpunan entitas,dimanaN>2) akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel khusus(tentu saja, setiap himpunan entitas yang terlibat dalam relasi juga akan direpresentasikan dalam tabel-tabel terpisah) . Namun jika pada relasi yang menghubungkan Nbuah himpunan entitas kita dapat memastikan bahwa derajat relasi parsial diantara (N-1) buah himpunan entitas dengan suatu himpunan entitas (misalnya x) adalah satu ke-banyak, maka relasi tadi tidak perlu diwujudkan sebagai sebuah tabel khusus dan atribut-atributnya cukup dilekatkan pada himpunan entitas X tersebut.


  • IMPLEMENTASI RELASI GANDA
Implementasinya ditinjau pada masing-masing relasi tanpa terikat satu sama lain berdasarkan derajat relasi masing-masing relasi tersebut.

  • IMPLEMENTASI AGRESI
Dalam realitas dapat pula dijumpai adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain.  Dengan kata lain, sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain.

  • IMPLEMENTASI SPESIALIS
Merupakan proses dekomposisi (pengelompokkan) sebuah himpunan entitas yang melahirkan himpunan entitas baru yang dilakukan secara top-down.
Proses perancangan Top Down; Membuat sub-grup dari entitas sehingga menjadi berbeda dengan entitas yang lain.
Hasil dari sub grouping adalah entitas tingkat rendah dimana salah satu atribut sebagai relasi dengan entitas diatasnya.

  • IMPLEMENTASI GENERALIS
Merupakan penyatuan beberapa himpunan entitas menjadi sebuah himpunan entitas baru. Atribut dari masing-masing himpunan entitas disatukan kedalam himpunan entitas baru.
Proses perancangan bottom-up menggabungkan beberapa entitas yang mempunyai atribut yang sama menjadi entitas yang lebih tinggi tingkatnya.
Spesialisasi dan generalisasi adalah upaya penyederhanaan; dan dapat digambarkan dengan ERD. 
Peristiwa spesialisasi dan generalisasi dapat diterapkan bolak-balik.

Skema Basis Data

Wednesday, October 21, 2020
Posted by Fahrul

 SKEMA BASIS DATA

LINK TUGAS SKEMA BASIS DATA : DISINI

ERD (Entity Relationship Diagram)

Saturday, October 17, 2020
Posted by Fahrul

ERD (Entity Relationship Diagram)



  • Pengertian 

ERD adalah suatu diagram yang mengambarkan hubungan anatar entitu di dalam database. Dalam dunia Per-IT an biasa digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Skema tentang diagram pertama kali diresmikan oleh Charles Bachman pada tahun 1960-an, yang menggunakan kotak segi empat untuk menunjukan tipe-tipe record dan tanda panah dari satu record ke record lain untuk menunjukan hubungan one-to-many. Ada beberapa model ERD menurut Peter Chen dan James Martin.

Suatu ERD berisi 3 komponen Objek :

 1. Entity 

Kumpulan objek yang dapat diidentifikasikan secara unik atau saling berbeda. Simbol dari entitas biasanya digambarkan dengan persegi panjang. Selain itu, ada juga “Entitas Lemah” yang dilambangkan dengan gambar persegi panjang kecil di dalam persegi panjang yang lebih besar. Disebut entitas lemah karena harus berhubungan langsung dengan entitas lain sebab dia tidak dapat teridentifikasi secara unik.

2. Relationship

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Gambar relasi diwakili oleh simbol belah ketupat. Relasi juga terbagi menjadi beberapa jenis, one-to-one, one-to-many, many-to-many.

3. Atribute

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Atribut kunci merupakan hal pembeda atribut dengan entitas.
Ada 2 tipe atribute : 
  1. sebagai Identifiers :  digunakan untuk menetapkan bagian yang unik dari sebuah entity. Disebut juga Key.
  2. Sebagai Descriptor : untuk menspesifikasikan karakteristik yang non-unik dari bagian entity.

ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM


ERD VERSI CHEN

Dasar dari versi chen ini sama seperti gambar komponen-komponen yang telah disebutkan
  1. Relationship digambarkan dengan diamond
  2. Kotak menggambarkan Entity
  3. Oval menggambarkan atribut
  4. Jenis relation ditulis pada garis dengan menambahkan tulisan yang menggambarkan connectivity (M,N) dan cardinality (0,3)


ERD Versi Martin

Pada ERD Martin :
  1. Relationship digambarkan dengan garis, dengan menambahkan  connectivity-nya(0,1,*)
  2. Hubungan digambarkan dengan | , < , ()
  3. Simbol : 








Entity Relationship Diagram Versi Martin


PERBEDAAN

Perbedaan antara ERD versi Chen dan ERD versi Martin terletak pada hubungan antar Entity pada hubungan antar entity atau Relationship-nya.


VARIAN ENTITAS 

Entitas Lemah >> berisi entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi
Entitas Kuat >> Entitas yang berdiri sendiri, keberaannya tidak tergantung dengan entitas lain.

Derajat Relationship

  1. Unary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan satu buah entity.
  2. Binary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan dua buah entity.
  3. Ternary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan tiga buah entity. 

Enhaced E-R Features

Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipe. Supertipe adalah suatu entitas yang bersifat umum. Sedangkan subtipe adalah suatu entitas yang merupakan penkhususan dari subtipe.

Proses Pembuatan Hubungan 

Generalisasi
  • Proses perancangan yang bersifat bottom-up
  • Pembuatan Entitas yang bersifat umum dimulai dari tipe-tipe entitas yang bersifat khusus
Spesialisasi
  • Proses perancangan yang bersifat top-down
  • Pembuatan satu atau beberapa entitas yang bersifat khusus dilakuakn dari entitas yang bersifat umum terlebih dahulu

Batasan Relasi

Batasan relasi menjelaskan apakah keberadaan  entitas tergantung suatu entitas tergantung pada entitas lain melalui suati relasi. Ada 2 tipe batasan relasi yakni :
  1. Total Participation (partisipasi total)
    jika keberadaan entitas tersebut dangat bergantung pada keberadaan entitas lain.

  2. Partial Participation (partisipasi sebagian)
    jika entitas tersebut tidak bergantung dengan keberadaan entitas lain tetapi berhubungan satu sama lain.

Langkah-Langkah Membuat ERD

  1. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat
  2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan 
  3. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya
  4. Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi
  5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribu-atribut yang bukan kunci (non-key)
  6. Lihat kembali ERD yang dibuat apakah masih perlu refinement (penghalusan) dengan generalisasi-spesialisasi, agregasi, batasan relasi


LINK LATIHAN ERD : DI SINI
Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Powered by Blogger.

Popular Posts

- Copyright © APE APE LAH -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -