Konsep Dasar Sistem Informasi
Haloo guyss.. nah pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk meringkas materi Konsep Dasar Sistem pada mata kuliah analisis dan perancangan sistem.
l Definisi Sistem
Pertama definisi dari sistem adalah himpunan komponen yang saling berpengaruh. Contoh sistem pernafasan, nah sistem pernafasan ini terbentuk dari beberapa komponen mulai dari hidung, mulut, faring, laring dan seterusnya. Dari setiap komponen tersebut mereka memiliki satu tujuan yang jelas yaitu untuk bernafas atau pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida.
l Definisi Informasi
Informasi adalah kumpulan data yang diolah sehingga memiliki manfaat bagi si pendengar. Data yang diolah tadi memiliki tujuan yang biasanya menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Dalam arti lain berisi fakta. Informasi itu harus berisi data-data yang terbaru (Up to date).
Sistem informasi adalah sistem yang mengolah data agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi suatu organisasi atau perusahaan.
l Sumber Daya/Komponen Sistem Informasi
Komponen Sistem Informasi Terbagi menjadi 5 :
1. Sumber daya manusia, sebagai orang yang membutuhkan informasi dari sistem (pemakai akhir) dan pakar dari SI yaitu orang yang mengembangkan sistem informasi.
2. Sumber daya hardware, alat fisik yang diperlukan sistem untuk berproses untuk mendapatkan informasi.
3. Sumber daya software, bisa berupa SO, Aplication, Prosedure yang membantu rangkaian pemrosesan informasi.
4. Sumber daya data, biasa yang berupa angka atau huruf. Bisa juga berupa vidio atau audio.
5. Sumber daya jaringan, Teknologi sekarang membutuhkan jaringan agar informasi dapat sampai dengan cepat bagi si pengguna.
l Aktivitas Sistem
1. Tujuan. Sistem harus memiliki tujuan untuk memotivasi sistem agar sistem dapat terkendali.
2. Masukkan. Agar sistem dapat berproses, ia harus memiliki masukkan.
3. Proses. Setelah memiliki masukkan maka sistem akan berproses untuk mendapatkan hasil atau keluaran (output).
4. Keluaran. Hasil dari proses.
5. Batas. Batas adalah pemisah antara daerah luar sistem dan sistem.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik. Bagian ini mencuplik keluaran. Guna untuk mengontrol masukkan maupun proses.
7. Lingkungan. Hal ini mempengaruhi operasi sistem. Jadi jika lingkungan tidak mendukung maka dapat merugikan sistem itu sendiri.
l Syarat Sistem
1. Sistem dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
2. Elemen dari sistem harus memiliki fungsi.
3. Adanya relasi antara setiap elemen.
4. Unsur dasar dari proses lebih penting dari elemen lain.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada setiap elemen.
l Karakteristik Dari Sistem
1. Batasan (boundary) : unsur mana yang masuk ke dalam sistem dan yang di luar sistem.
2. Lingkungan (environment) : segala yang berada di luar sistem yang menyediakan asumsi, kendala dan input terhadap sistem.
3. Masukan (input) : Sumber daya yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh sistem
4. Keluaran (output) : Produk atau tampilan layer komputer yang disediakan untuk lingkungan oleh kegiatan sistem
5. Komponen (component) : proses dalam suatu sistem yang melakukan perubahan input menjadi bentuk setengah jadi.
6. Penghubung (interface) : tempat interaksi antara komponen dan lingkungannya.
7. Penyimpangan (storage) : tempat penyimpanan sementara.
l Pembagian Sistem
1. Sistem Fisik adalah elemen- elemen yang bertemu satu sama lain secara fisik dan dapat diidentifikasi secara nyata tujuannya.
2. Sistem Abstrak adalah sistem yang terbentuk karena ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tapi dapat diuraikan elemennya.
Nah setelah penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari berbagai macam komponen yang memiliki satu tujuan utama. Dan tujuan utama tersebut tentulah berguna bagi organisasi/perusahaan yang menggunakannya. Pada zaman sekarang sangat mudah untuk mengakses segala informasi dari belahan dunia. Karena kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan mereka. Tapi hal ini juga bisa jadi pedang bermata dua jika kita hanya mengandalkan teknologi maka akan timbul rasa ketergantungan pada dunia maya.
Dasar dari sistem informasi ada 3 yaitu input, proses dan output. Ketiga hal tersebut berperan penting dalam membantu sistem informasi untuk berproses agar hasil yang dikeluarkan memuaskan.
Referensi :
Musiliduhin, Muhamad dan Oktafianto. 2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi.
Sutabri, Tata. 2012.Analisis Sistem informasi.Yogyakarta : CV ANDI.
Mulyani, Sri. 2016. Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung : Abdi Sistematika.
Motivasi Mengikuti Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Semester 4
Motivasi Mengikuti Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Semester 4
Normalisasi
- Normalisasi
- Proses
- Tahapan Normalisai
- Jika ada dekomposisi (penguraian) tebel, maka dekomposisinya harus dijamin aman. Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
- Terpelihara ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Depedency Preservation).Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF).
- Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
- Functional Dependency
- Bentuk - bentuk Normal
Anomali dan Redudansi
- Anomali
- Anomali Penambahan terjadi pada saat penambahan data dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen tersebut diperlukan proses penambahan.
- Anomali Pengubahan terjadi apabila pengubahan daata yang duplikasi tetapi tidak seluruhnya diubah.
- Anomali Penghapusan terjadi jika ada suatu tupel yang tidak terpakai dihapus mengakibatkan adanya data lain yang hilang.
- Redudansi
- Kerangakapan data dalam suatu file.
- Kerangkapan data dalam beberapa file.
TRANSFORMASI
- TRANSFORMASI UMUM
- TRANSFORMASI ENTITAS LEMAH
- TRANSFORMASI RELASI TUNGGAL
- TRANSFORMASI RELASI MULTI ENTITAS (N-ARY RELATION)
- IMPLEMENTASI RELASI GANDA
- IMPLEMENTASI AGRESI
- IMPLEMENTASI SPESIALIS
- IMPLEMENTASI GENERALIS
ERD (Entity Relationship Diagram)
- Pengertian
Suatu ERD berisi 3 komponen Objek :
1. Entity
Kumpulan objek yang dapat diidentifikasikan secara unik atau saling berbeda. Simbol dari entitas biasanya digambarkan dengan persegi panjang. Selain itu, ada juga “Entitas Lemah” yang dilambangkan dengan gambar persegi panjang kecil di dalam persegi panjang yang lebih besar. Disebut entitas lemah karena harus berhubungan langsung dengan entitas lain sebab dia tidak dapat teridentifikasi secara unik.2. Relationship
3. Atribute
- sebagai Identifiers : digunakan untuk menetapkan bagian yang unik dari sebuah entity. Disebut juga Key.
- Sebagai Descriptor : untuk menspesifikasikan karakteristik yang non-unik dari bagian entity.
ENTITAS RELATIONSHIP DIAGRAM
ERD VERSI CHEN
- Relationship digambarkan dengan diamond
- Kotak menggambarkan Entity
- Oval menggambarkan atribut
- Jenis relation ditulis pada garis dengan menambahkan tulisan yang menggambarkan connectivity (M,N) dan cardinality (0,3)
Entity Relationship Diagram Versi Martin
PERBEDAAN
VARIAN ENTITAS
Derajat Relationship
- Unary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan satu buah entity.
- Binary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan dua buah entity.
- Ternary >> adalah satu buah relationship yang menghubungkan tiga buah entity.
Enhaced E-R Features
Proses Pembuatan Hubungan
- Proses perancangan yang bersifat bottom-up
- Pembuatan Entitas yang bersifat umum dimulai dari tipe-tipe entitas yang bersifat khusus
- Proses perancangan yang bersifat top-down
- Pembuatan satu atau beberapa entitas yang bersifat khusus dilakuakn dari entitas yang bersifat umum terlebih dahulu
Batasan Relasi
- Total Participation (partisipasi total)
jika keberadaan entitas tersebut dangat bergantung pada keberadaan entitas lain. - Partial Participation (partisipasi sebagian)
jika entitas tersebut tidak bergantung dengan keberadaan entitas lain tetapi berhubungan satu sama lain.
Langkah-Langkah Membuat ERD
- Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat
- Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan
- Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya
- Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi
- Melengkapi himpunan relasi dengan atribu-atribut yang bukan kunci (non-key)
- Lihat kembali ERD yang dibuat apakah masih perlu refinement (penghalusan) dengan generalisasi-spesialisasi, agregasi, batasan relasi







