Tahapan Analisis Sistem dan Metode Pengumpulan Kebutuhan

 

Halo gaes selamat datang sekaligus selamat membaca artikel ringkasan yang saya buat dengan judul dari materi mata kuliah APS yaitu Tahapan Analisis Sistem dan Metode Pengumpulan Kebutuhan. Nah jadi langsung saja cekidot.

 

Yang pertama kita harus mengenal suatu istilah yaitu SDLC (Software Development Life Cycle) atau yang berarti Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak. Artinya jika suatu software berhasil dibuat, maka software tersebut dapat dikembangkan lagi sehingga menjadi lebih baik. Siklus yang terjadi mulai dari planning, analisa, perancangan, implementasi, testing dan integrasi, lalu yang terakhir adalah maintenance. Siklus ini terjadi agar software terus berkembang.

 

System Develompment Stage

Tahap Perancangan = memikirkan kebutuhan dari user. Langkah awal dari merencanakan.

Tahap Analisis Sistem = Tahap kritis dan sangat penting. Ditahap ini akan dilalukan evaluasi apakah sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Langkah-langkah analisa sistem : Identify, Understand, Analyze, Report

Tahap Desain Sistem

 

Identifikasi penyebab masalah

Analisis sistem harus memiliki pengetahuan tentang aplikasi yang sedang dianalisanya.

 

Identifikasi Titik Keputusan

Kondisi dimana ada sesuatu yang terjadi, jika sudah dapat mengidentifikasi titik keputusan penyebab masalah maka penelitian dimulai dari titik keputusan tersebut.

 

Identifikasi Personil Kunci

Personil kunci dapat menyebabkan masalah jika tidak dianalisa dengan baik

 

Bagaimana Cara memahami kerja sistem ?

Kita bisa melakukan melalui penelitian terinci, menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, daftar pertanyaan, dan pengambilan sampel.

 

Setalah selesai maka kita harus melaporkan hasil analisis yang nantinya akan diserahkan kepada steering committee dan diteruskan kepada manajemen.

 

Langkah selanjutnya adalah analisis hasil penelitian :

1. Analisis Kelemahan Sistem = seperti namanya analisis masalah yang terjadi agar dapat menemukan apa penyebab masalah tersebut.

2. Analisis Distribusi Pekerjaan = hal ini dilakukan untuk mengetahui beban pekerjaan dari masing-masing personil.

3. Anlisis Keandalan = untuk menunjukan seberapa banyak kesalahan terjadi

4. Analisis Dokumen = untuk melihat sistem yang lama

5. Analisis Laporan = untuk menganalisis sistem yang lama

6. Analisis Teknologi = untuk menganalisis kecocokan dalam sistem yang lama

7. Analisis Kebutuhan Informasi Pemakai = Agar bisa menyediakan informasi yang sesuai dengan kebutuhan user.

Setalah banyak melakukan analisis, kita selanjutnya melaporkan hasil analisis tersebut agar dapat berguna sebagai sumber informasi untuk membuat atau melanjutkan sistem yang baru. Hasil akhir analisis sistem akan ditentukan dari proposal yang telah diserahkan apakah layak dilanjutkan atau tidak.

 

Requirement adalah kondisi yang dibutuhkan oleh user untuk mengatasi suatu masalah atau untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Metode Pengumpulan Kebutuhan terdapat dua metode yaitu tradisional dan modern. Metode tradisional adalah dengan wawancara, angketm observasi, Analisis prosedur dan dokumen lain. Sedangkan metode modern dapat dilakukan dengan JAD (Joint Application Design), CASE (Computer-aided Software engineering) tools dan Rekayasa ulang proises bisnis.

 

JAD mengumpulkan user kunci, manajer dan analisis sistem yang terlibat dalam analisis sistem saat ini. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi kebutuhan sistem secara simultan dari orang-orang diposisi penting yang terlibat di dalam sistem. Hasilnya dokumen tentang detil pekerjaan dari sistem saat ini dihubungkan dengan studi dengan sistem penggantinya.

CASE Tool perangkatat lunak untuk membangun sistem informasi secara otomatis

Rekayasa ulang proses bisnis adalah cara mencari dan mengimplementasikan perubahan radikal dalam proses bisnis untuk mencapai terobosan baru pada produk dan jasa.

Software Requirement Spesification adalah hasil dari akhir proses analisis.

 

Kesimpulan

Untuk menganalisis sistem memerlukan banyak waktu dan tenaga agar dapat menganalisis dengan tepat dan cermat. Seorang analis harus mampu dan menguasai aplikasi yang sedang dibuat atau direncanakan. Dan dalam metode pengumpulan data bisa dengan metode modern dan tradional. Keduanya dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Musiliduhin, Muhamad dan Oktafianto. 2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta :                     CV Andi.

Sutabri, Tata. 2012. Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta : CV Andi Offset

Al-Fattah, Hanif. 2012. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing                                     Perusahaan & Organisasi Modern. Yogyakarta : CV Andi Offset

ANALISIS SISTEM

Tuesday, March 2, 2021
Posted by Fahrul

 ANALISIS SISTEM 

Sistem dan Analisis Sistem

Untuk menentukan konsep sistem memerlukan 2 pendekatan, pada prosedurnya dan komponennya.

Analisis Sistem

Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan cara menguraikan sistem ke dalam komponen pembentuknya agar mengetahui bagaimana komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan sistem/organisasi.

Sistem analis adalah individu yang berperan penting dalam proses pengembangan sistem. Pekerjaannya ialah mengidentifikasi masalah dan kebutuhan dari organisasi untuk menentukan 5W+1H dari sistem tersebut agar dapat meningkatkan pencapaian bisnis dari organisasi tersebut.

Tujuan dari Analisis Sistem

Tujuan dari analisis sistem adalah untuk memahami suatu program yang telah dibuat ataupun yang baru akan dibuat agar bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan organisasi yang memerlukan untuk menjadi lebih baik.

Perbedaannya dengan Programmer ?

Programmer adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi berdasarkan hasil dari analis sistem. Nah ada juga analis sistem yang menulis kode ataupun sebaliknya.

Skill Analis Sistem

Ada beberapa keahlian yang dibutuhkan analis sistem yaitu :

1. Keahlian Analisa, skill yang wajib bagi seorang analis agar bisa memahami, memecahkan masalah dan pehamanan sistem untuk  bisa melihat sistem informasi sebagai sebuah sistem.

2. Keahlian Teknis, analis harus bisa memahami potensi dari suatu teknologi dan keahlian dalam pengunaan alat dan teknik pengembangan perangkat lunak serta ahli dalam menggunakan komputer.

3. Keahlian Managerial, kemampuan untuk mengatur sumber daya dan proyek, serta mampu mengahadapi perubahan dan resiko

4. Interpersonal skill, kemampuan milik seseorang yang bisa mengenal, menghadapi dan berkomunikasi dengan pihak lain.

5. Pengetahuan tentang bisnis.

6. Pengetahuan tentang metode kuantitatif.

Tanggung Jawab Sistem Analis

Tanggung jawab  sistem analis sangat besar pada suatu sistem terutama pada :

1. Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis

2. Aliran data menuju ke kompor

3. Pemrosesan dan penyimpangan data dengan komputer

4. Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya

Fungsi dari Sistem Analis ?

Nahh fungsi dari sistem analis adalah agar bisa mengidentifikasi masalah-masalah dari user agar dapat menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai. Lalu memilih alternatif atau metode untuk memecahkan masalah yang terdapat dari sistem. Dan yang terpenting dapat merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user.

Langkah Dasar Analisis Sistem

Ada 4 tahapan dasar untuk menganalisis suatu sistem yaitu :

1. identifikasi Masalah, mulai dari penyebab terjadinya masalah, lalu ke titik keputusan, setelah itu personil kunci.

2. Memahami Kerja Sistem, ditahap ini analis perlu mempelajari bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisa permasalahan atau kelemahan yang ada pada sistem tersebut. Mulai dari mengumpulkan data, membuat penugasan penelitian, lalu membuat agenda wawancara. Setelah itu, mengumpulkan hasil dari penelitian fakta yang diperoleh dari hasil penelitian.

3. Menganalisis kelemahan sistem, hal ini dilakukan untuk menemukan apa penyebab dari suatu masalah yang terjadi pada sistem tersebut.

4. Membuat laporan hasil analis sistem, nah laporan ini nanti diserahkan pada steering committee untuk diteruskan ke manajemen.

Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menganalisis suatu sistem harus mengikuti prosuder yang sudah ada. Apa itu ? 4 tahapan dasar itulah yang menjadi landasan agar analis dapat bekerja dengan maksimal demi memenuhi kebutuhan suatu organisasi.

Referansi :

Musiliduhin, Muhamad dan Oktafianto. 2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta :                     CV Andi.

Sutabri, Tata. 2012. Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta : CV Andi Offset

Al-Fattah, Hanif. 2012. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing                                     Perusahaan & Organisasi Modern. Yogyakarta : CV Andi Offset

Konsep Dasar Sistem Informasi

Saturday, February 20, 2021
Posted by Fahrul

Konsep Dasar Sistem Informasi

Haloo guyss.. nah pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk meringkas materi Konsep Dasar Sistem pada mata kuliah analisis dan perancangan sistem.

 

Definisi Sistem

Pertama definisi dari sistem adalah himpunan komponen yang saling berpengaruh. Contoh sistem pernafasan, nah sistem pernafasan ini terbentuk dari beberapa komponen mulai dari hidung, mulut, faring, laring dan seterusnya. Dari setiap komponen tersebut mereka memiliki satu tujuan yang jelas yaitu untuk bernafas atau pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida.


Definisi Informasi

Informasi adalah kumpulan data yang diolah sehingga memiliki manfaat bagi si pendengar. Data yang diolah tadi memiliki tujuan yang biasanya menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Dalam arti lain berisi fakta. Informasi itu harus berisi data-data yang terbaru (Up to date). 

Sistem informasi adalah sistem yang mengolah data agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi suatu organisasi atau perusahaan.

 

Sumber Daya/Komponen Sistem Informasi

Komponen Sistem Informasi Terbagi menjadi 5 :

1. Sumber daya manusia, sebagai orang yang membutuhkan informasi dari sistem (pemakai akhir) dan pakar dari SI yaitu orang yang mengembangkan sistem informasi.

2. Sumber daya hardware, alat fisik yang diperlukan sistem untuk berproses untuk mendapatkan informasi.

3. Sumber daya software, bisa berupa SO, Aplication, Prosedure yang membantu rangkaian pemrosesan informasi.

4. Sumber daya data, biasa yang berupa angka atau huruf. Bisa juga berupa vidio atau audio.

5. Sumber daya jaringan, Teknologi sekarang membutuhkan jaringan agar informasi dapat sampai dengan cepat bagi si pengguna.

 

Aktivitas Sistem

1. Tujuan. Sistem harus memiliki tujuan untuk memotivasi sistem agar sistem dapat terkendali.

2. Masukkan. Agar sistem dapat berproses, ia harus memiliki masukkan.

3. Proses. Setelah memiliki masukkan maka sistem akan berproses untuk mendapatkan hasil atau keluaran (output).

4. Keluaran. Hasil dari proses.

5. Batas. Batas adalah pemisah antara daerah luar sistem dan sistem.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik. Bagian ini mencuplik keluaran. Guna untuk mengontrol masukkan maupun proses.

7. Lingkungan. Hal ini mempengaruhi operasi sistem. Jadi jika lingkungan tidak mendukung maka dapat merugikan sistem itu sendiri.

 

Syarat Sistem

1. Sistem dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.

2. Elemen dari sistem harus memiliki fungsi.

3. Adanya relasi antara setiap elemen.

4. Unsur dasar dari proses lebih penting dari elemen lain.

5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada setiap elemen.

 

Karakteristik Dari Sistem

1. Batasan (boundary) : unsur mana yang masuk ke dalam sistem dan yang di luar sistem.

2. Lingkungan (environment) : segala yang berada di luar sistem yang menyediakan asumsi, kendala dan input terhadap sistem.

3. Masukan (input) : Sumber daya yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh sistem

4. Keluaran (output) : Produk atau tampilan layer komputer yang disediakan untuk lingkungan oleh kegiatan sistem

5. Komponen (component) : proses dalam suatu sistem yang melakukan perubahan input menjadi bentuk setengah jadi.

6. Penghubung (interface) : tempat interaksi antara komponen dan lingkungannya.

7. Penyimpangan (storage) : tempat penyimpanan sementara.

 

Pembagian Sistem

1. Sistem Fisik adalah elemen- elemen yang bertemu satu sama lain secara fisik dan dapat diidentifikasi secara nyata tujuannya.

2. Sistem Abstrak adalah sistem yang terbentuk karena ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tapi dapat diuraikan elemennya.

 

Nah setelah penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari berbagai macam komponen yang memiliki satu tujuan utama. Dan tujuan utama tersebut tentulah berguna bagi organisasi/perusahaan yang menggunakannya. Pada zaman sekarang sangat mudah untuk mengakses segala informasi dari belahan dunia. Karena kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan mereka. Tapi hal ini juga bisa jadi pedang bermata dua jika kita hanya mengandalkan teknologi maka akan timbul rasa ketergantungan pada dunia maya.

 

Dasar dari sistem informasi ada 3 yaitu input, proses dan output. Ketiga hal tersebut berperan penting dalam membantu sistem informasi untuk berproses agar hasil yang dikeluarkan memuaskan.

 

Referensi :

Musiliduhin, Muhamad dan Oktafianto. 2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta:                                CV Andi.

Sutabri, Tata. 2012.Analisis Sistem informasi.Yogyakarta : CV ANDI.

Mulyani, Sri. 2016. Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung : Abdi Sistematika.

 

Motivasi Mengikuti Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Semester 4

oke watsap gays..

Jadi pada kesempatan saya akan memaparkan beberapa motivasi saya untuk mengikuti mata kuliah Analisis dan Perancangan Sistem. 

Karena ketidaktahuan saya tentang mata kuliah ini membuat saya ingin belajar agar mengerti. Juga untuk memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa. Selain itu, saya juga termotivasi untuk menyelesaikan perkuliahan secara singkat dan cepat, sehingga saya harus menggambil mata kuliah ini untuk menunjang dalam proses belajar saya menyelesaikan perkuliahan. 

Harapan saya adalah agar dapat maksimal dalam mengikuti mata kuliah ini.

terimakasih thank you sankyuuu xièxiè grazie gracias....

Normalisasi

Sunday, November 22, 2020
Posted by Fahrul

 Normalisasi

  • Normalisasi
Normalisasi merupakan teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokan atribut dari suatu relasi sehingga memebentuk struktur relasi yang baik. Tujuannya untuk menghilangkan kerangkapan data, mengurangi kompleksitas dan mempermudah pemodifikasian data.

  • Proses
data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal. 

  • Tahapan Normalisai 
dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF). biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.


Sebuah tabel dikatakan baik(efesien)/normal jika memenuhi kriteria berikut:

  1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tebel, maka dekomposisinya harus dijamin aman. Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  2. Terpelihara ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Depedency Preservation).Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF).
  3. Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
  • Functional Dependency
Notasi: AÞB

Notasi: A [] B

A dan B adalah atribut dari sebuah tabel.  Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama.

  • Bentuk - bentuk Normal
1. Normal Pertama  (1st Normal Form)
Aturannya Tidak adanya artibut multi-value, atribut komposit atau kombinasinya, mendefinisikan atribut kunci, setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).

2. Normalisasi Kedua ( 2nd Normal Form )
Aturannya sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu ( 1NF ), semua atribut bukan kunci hanya boleh tergantung (Functional dependency) pada atribut kunci, jika ada Ketergantungan parsial maka atribut tersebut harus dipisah pada tabel yang lain, perlu ada tabel penghubung ataupun kehadiran foreign key bagi atribut-atribut yang telah dipisah tadi.

3. Normalisasi Ketiga ( 3rd Normal Form )
Aturannya sudah berada dalam bentuknormal kedua (2NF), tidak ada ketergantungan transitif ( dimana atribut ukan kunci tergantung pada atribut bukan kunci lainnya). Tabel-tabel yang memenuhi kriteria normalisasi ketiga, sudah siap diimplementasikan. Sebenarnya masih ada lagi bentuk normalisasi yang lain; Normalisasi Boyce-Codd, 4NF, 5NF, hanya saja jarang dipakai. pada kebanyakan kasus, normalisasi hanya samapi ketiga.

4. Boyce-Codd Normal Form ( BCNF)
Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dala bentuk : Y maka X adalah super key. Tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi. Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya, untuk functional dependency X = A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key. 

5. Bentuk Normal Tahap Keempat ( 4th Normal Form / 4NF )
Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tesebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute. Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies.

6. Bentuk Normal Tahap Kelima ( 5th Normal Form / 5NF )
Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yang lebih kecil. Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk bersadarkan functional dependency, 5NF dibentuk bersadarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil,harus bisa digabungkan lagi untuk membentuk tabel semula.

 Anomali dan Redudansi


  • Anomali
Anomali adalah suatu masalah yang timbul pada suatu tabel, dimana masalah itu akan terjadi pada saat tebel akan dimanipulasi. Hal yang dapat terjadi adalah ketidak konsistenan data  dan data menjadi hilang ketika data lain dihapus. Bentuk Anomali ada 3 yaitu : 
  1. Anomali Penambahan terjadi pada saat penambahan data dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen tersebut diperlukan proses penambahan.
  2. Anomali Pengubahan terjadi apabila pengubahan daata yang duplikasi tetapi tidak seluruhnya diubah.
  3. Anomali Penghapusan terjadi jika ada suatu tupel yang tidak terpakai dihapus mengakibatkan adanya data lain yang hilang.
  • Redudansi
Redudansi adalah munculnya data yang berulang kali pada tabel/relasi yang semestinya tidak diperlukan.
Redudansi dapat terjadi jika :
  1. Kerangakapan data dalam suatu file.
  2. Kerangkapan data dalam beberapa file.



TRANSFORMASI

Sunday, November 8, 2020
Posted by Fahrul

 TRANSFORMASI

Transformasi merupakan perubahan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Berubah bentuk menjadi basis data fisik yang kita gunakan untuk membangun suatu sistem basis data, yakni ERD (Entity Relationship Diagram) ditransformasikan dalam bentuk tabel yang merupakan komponen utama pembentukan basis data. Atribut yang terdapat pada masing-masing entitas akan dinyatakan sebagai field atau kolom dari tabel yang sesuai.

  • TRANSFORMASI UMUM

1. Setiap entitas akan diimplementasikan dalam bentuk sebagai sebuah tabel.

2. Relasi dengan derajat 1:1 yang menghubungkan dua buah entitas dan direpresentasikan dalam bentuk penambahan/penyetaraan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.

3. Relasi dengan derajat relasi 1:N yang menghubungkan  dua buah himpunan entitas akan direperentasisikan dalam bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari himpunan entitas pertama(yang berderajat 1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas kedua(yang berderajat N). atribut ker dari himpunan entitas pertama ini menjadi atribut tambahan bagi entitas kedua.

4. Relasi dengan derajat relasi  N:M yang menghubungkan dua buah himpunan entitas akan direpresentasikan dalam bentuk tabel khusus yang memiliki filed yaitu forigen key yang berasal dari primary key dari entitas-entitas yang dihubungkan.

  • TRANSFORMASI ENTITAS LEMAH
Himpunan entitas lemah tidak dapat berdiri sendiri tanpa entitas kuat. Dalam mentransformasikan dari ERD ke dalam bentuk basis data fisik keduanya sama akan terbentuk sebuah tabel. Namun yang membedakan adalah jika entitas kuat jika ditransformasikan ke dalam basis data fisik langsung menjadi tabel memiliki atribut key yang bertindak sebgaia primary key dan atribut yang lain secara utuh, maka entitas lemah hanya dapat di transformasikan dalam bentuk tabel dengan menyertakan primary key dari entitas kuat dan atribut yang dimiliki oleh entitas lemah itu sendiri.




  • TRANSFORMASI RELASI TUNGGAL
Relasi tunggal. Transformasi dilakukan dari/ke entitas yang sama tergantung dari derajat relasinya.
Relasi 1:N digunakan field key sebanyak dua dengan fungsi yang berbeda dan penamaan yang berdeda pula.
Relasi M:N dibentuk tabel baru yang merepresentasikan relasi tersebut. Tabel baru mendapatkan field dari semua atribut relasi(jika ada) yang ditambah dengan atribut key dari himpunan entitasnya.

  • TRANSFORMASI RELASI MULTI ENTITAS (N-ARY RELATION)
Secara umum,relasi multientitas yang menghubungkan lebih dari dua himpunan entitas (N himpunan entitas,dimanaN>2) akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel khusus(tentu saja, setiap himpunan entitas yang terlibat dalam relasi juga akan direpresentasikan dalam tabel-tabel terpisah) . Namun jika pada relasi yang menghubungkan Nbuah himpunan entitas kita dapat memastikan bahwa derajat relasi parsial diantara (N-1) buah himpunan entitas dengan suatu himpunan entitas (misalnya x) adalah satu ke-banyak, maka relasi tadi tidak perlu diwujudkan sebagai sebuah tabel khusus dan atribut-atributnya cukup dilekatkan pada himpunan entitas X tersebut.


  • IMPLEMENTASI RELASI GANDA
Implementasinya ditinjau pada masing-masing relasi tanpa terikat satu sama lain berdasarkan derajat relasi masing-masing relasi tersebut.

  • IMPLEMENTASI AGRESI
Dalam realitas dapat pula dijumpai adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain.  Dengan kata lain, sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain.

  • IMPLEMENTASI SPESIALIS
Merupakan proses dekomposisi (pengelompokkan) sebuah himpunan entitas yang melahirkan himpunan entitas baru yang dilakukan secara top-down.
Proses perancangan Top Down; Membuat sub-grup dari entitas sehingga menjadi berbeda dengan entitas yang lain.
Hasil dari sub grouping adalah entitas tingkat rendah dimana salah satu atribut sebagai relasi dengan entitas diatasnya.

  • IMPLEMENTASI GENERALIS
Merupakan penyatuan beberapa himpunan entitas menjadi sebuah himpunan entitas baru. Atribut dari masing-masing himpunan entitas disatukan kedalam himpunan entitas baru.
Proses perancangan bottom-up menggabungkan beberapa entitas yang mempunyai atribut yang sama menjadi entitas yang lebih tinggi tingkatnya.
Spesialisasi dan generalisasi adalah upaya penyederhanaan; dan dapat digambarkan dengan ERD. 
Peristiwa spesialisasi dan generalisasi dapat diterapkan bolak-balik.
Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Powered by Blogger.

Popular Posts

- Copyright © APE APE LAH -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -